Kanopi

Kanopi
Sebuah perumpamaan

Sabtu, 12 Maret 2011

Pertemuanku

Ini hari ke sembilanku di kota kecil ini..
Selepas kerjaku jam4 sore..
Bingungku tak tau apa yang harus kulakukan menghabiskan sore itu.
Ku melaju dengan sepedaku tak tentu arah
Melihat sekeliling tempat tinggalku yang baru
toko dan warung yang masih terbatas dan alami..

Kota ini masih terlalu sepi,
Atau lebih tepatnya ku sebut desa terpinggir..
Ya, kota ini lebih tepat bila ku sebut desa terpinggir yang ramai

Sangat ramah masyarakat menyambutku disini..
Mereka menjalankan kesehariannya tanpa beban..
Semua saling menyapa..
Sangat nyaman berada diantara mereka..
Jauh dari tempat asalku yang semuanya berujung masalah

Entah apa yang membuatku tertarik untuk berada di sini...
ketika jalan-jalan sore menyusuri seluk-seluk daerah ini...
Tuhan mengantarkanku pada bukit ini untuk melepas lelah sejenak..

Angin menerpa mengantarkan wangi rumput dan kembang yang segar
Membuatku makin mengantuk dalam keheningan ini..
Inilah kesejukan yang sebenarnya..
Sesaat kupejamkan mataku..dan berandai
Aku bisa membagi keheningan yang indah ini..
Pada orang-orang yang jenuh dengan pekerjaan di sana..

Sekejap kesadaranku mulai hilang dalam kantuk yang berat ini
Namun..
Dalam pejam mataku muncul aroma yang lain dari sebelumnya
Wangi yang khas, seperti wangi dedaunan yang menyegarkan..
Wangi apa ini..?
Ku buka mataku perlahan

Ku lihat sekeliling ku,
Hingga kutemukan sosok gadis cantik
Menggunakan baju terusan putih dengan topi bundarnya
Sedang asik memetik setangkai bunga
Lalu menciumnya dengan haruu..

Aku terbangun dari tidur terbaringku
Mengamatinya...apa aku bermimpi ?
Tak lama sosok itu tersadar ada yang mengamatinya..

Dia memberikan senyumnya padaku
Senyum yang indah diantara harum rumput dan bunga yang kuhirup




Tidak ada komentar:

Posting Komentar