Cerita yang berlanjut...
Sepulang kerja, masih ada waktu ku rehat dengan duduk..
Sebentar lagi ku harus menemuinya...
Kejutan apa yang harus ku berikan untuk cintaku ?
Setangkai tulip, sekotak coklat, atau buah stoberi kesukaannya..
Lama ku melamun tuk kejutan yang akan ku buat
Sampai menit ke 30 ku belum membuat keputusan..
Ah...nanti saja di jalan saat aku menuju rumahnya.
Sore itu aku berangkat, masih dengan sepeda bututku yang mulai berkarat
Ku memakai kemeja abu-abu kesukaanku yang kusetrika rapi tadi malam
Ku pacu sepedaku agak cepat, ku takut terlambat menemuinya,
ku tak ingin ia menunggu lama
Sore itu jalan agak licin karena hujan tadi siang
Tapi itu tak menghentikan laju sepedaku
sepedaku pasti bisa menaklukkan jalan tanah ini..
Ada satu tikungan tajam yang menurun dekat rumahnya
Kepelankan lajuku dengan sangat hati-hati
Tapi sial..
Batu licin membuatku terjatuh dan merusak pelek sepedaku
Pergelangan kaki kananku sedikit terkilir
sepertinya kemejaku juga kotor dengan tanah
Aku baru ku ingat, ternyata kulupa membawakan sesuatu untuk cintaku
Sempurnalah sudah kesialan sore ini
Ku hanya bisa menuntun sepedaku
Untunglah tidak ada orang yang menyaksikan,
hanya suara-suara binatang di pepohonan seakan tertawa menyaksikanku
sang arjuna telah terjatuh dari kereta berkudanya
Untungnya tidak begitu jauh tuk sampai ke rumahnya,
hingga rasa sakitku ini dapat kutahan sebentar
Tak lama dari kejauhan terlihat rumahnya
dan seseorang keluar dari pintu dengan tergesa-gesa
Rupanya cintaku sudah mengenaliku dari kejauhan
dia berlari ke arahku..
Bidadari bergaun putih dengan renda ungu datang menghampiriku
Rasanya seperti obat manjur atas deritaku sore ini
Aduh, tapi apa yang harus kujelaskan padanya
Ku lupa dengan kejutan yang akan kuberikan,
Aku gagal mewujudkan rencana kita menikmati matahari terbenam di bukit nyanyian
Bajuku lusuh, sepedaku rusak..
Sesaat dihadapannya..aku berdebar-debar bagaimana memberikan penjelasan untuk cintaku
"...ada apa mas? Kenapa bajumu kotor, sepedamu rusak...kamu terluka ??" tanyanya dengan mata berkaca-kaca, sedih melihat keadaanku
" aku......terjatuh di tikungan setelah hutan cemara. Kakiku sedikit terkilir...aku juga merusakkan ban sepedaku. Maafkan aku ya...aku gagal mewujudkan rencana kita sore ini, aku juga tidak membawa kejutan yang kujanjikan" jawabku dengan gugup sembari memegang kedua tangannya yang lembut
Ia terus menatapku dengan sedih, airmatanya pun keluar setelah kubilang
hening dengan tatapannya dan senyumanku pun membuat ia mendekat padaku
"Mas..bukanlah kejutan yang kuharapkan,
bukan juga keindahan alam yang selalu kau tunjukkan padaku yang kuinginkan,
bukan juga lagu indah yang sering kau nyanyikan tuk meredam amarahku.
Aku hanya mengharapkan kau hadir didekatku,
menemaniku dengan senyummu dan belaian kasih,
Tak apa bila kau tak membawa kejutan yang pernah kau janjikan tadi pagi,
Bukan suatu masalah bila kau tak dapat mewujudkan keinginanmu
mengajakku melihat keindahan matahari terbenam di bukit kita,
Kita masih bisa melakukan rencana-rencana lain yang kita buat"
Jawabannya membuatku luluh dan menggetarkan hati,
Dengan segera kubelai lembut rambut pendeknya
dan kukecup keningnya yang bersih
Dia pun memberikan pelukan hangatnya untukku
dan menuntunku ke rumahnya